Random Posts

Anda harus tahu ini jenis-jenis dan dasar-dasar hukum asuransi



Jenis asuransi

Menurut tujuan pertanggungannya, asuransi konvensional dan asuransi syariah dibagi menjadi dua jenis asuransi, yaitu asuransi non-jiwa dan asuransi jiwa.

 

 

1. Asuransi mobil

Mengutip Buku Undang-Undang Perasuransian Indonesia, asuransi kendaraan bermotor adalah asuransi non-jiwa yang tidak tunduk pada ketentuan khusus dalam KUHD. Ketentuan umum asuransi harta benda KUHD berlaku untuk asuransi mobil. Polis asuransi kendaraan bermotor harus memenuhi persyaratan umum Pasal 256 KUHD, yaitu:

 

• Hari, tanggal dan tempat asuransi mobil dikeluarkan.

• Nama tertanggung yang mengasuransikan kendaraan untuk dirinya sendiri atau atas nama pihak ketiga.

• Informasi yang cukup jelas tentang kendaraan yang diasuransikan terhadap bahaya (risiko) yang ditanggung.

• Uang pertanggungan terhadap keadaan darurat yang ditanggung (risiko).

• Peristiwa yang menimbulkan kerugian bagi penanggung. Suatu peristiwa adalah suatu peristiwa yang terhadapnya objek yang dilindungi, peristiwa ini tidak dapat diketahui sebelumnya dan tidak diharapkan terjadi.

• Waktu mulai dan berakhirnya asuransi mobil menjadi tanggung jawab perusahaan asuransi.

• Premi asuransi mobil dibayar oleh tertanggung.

• Janji khusus yang dibuat antara pemegang polis dan perusahaan asuransi.

 

Risiko yang ditanggung oleh penanggung ada dua jenis, yaitu kehilangan atau kerusakan kendaraan bermotor dan tanggung jawab perdata tertanggung terhadap pihak ketiga.

 

 

2. Asuransi kebakaran

Asuransi kebakaran diatur dalam buku I bab 10 pasal 287-298 KUHD. Topik yang diatur dalam KUHD antara lain:

 

• Polis asuransi kebakaran.

• Objek asuransi kebakaran.

• Kompensasi dan klaim asuransi terhadap kebakaran.

• Beberapa asuransi dan perubahan risiko.

• Janji khusus.

 

Polis asuransi kebakaran mencakup:

• Hari dan tanggal pembelian asuransi kebakaran.

• Nama tertanggung yang mengasuransikan asuransi kebakaran untuk dirinya sendiri atau pihak ketiga.

• Informasi yang cukup jelas mengenai obyek yang diasuransikan terhadap risiko kebakaran.

• Uang Pertanggungan terhadap risiko kebakaran.

• Risiko kebakaran ditanggung oleh pihak asuransi.

• Saat risiko mulai berjalan dan berhenti ditanggung oleh penanggung.

• Premi asuransi kebakaran yang dibayarkan oleh tertanggung.

• Janji-janji khusus yang dibuat antara para pihak dan keadaan yang harus diketahui oleh dan untuk kepentingan penanggung.

• Lokasi dan batas barang yang diasuransikan.

• Untuk apa barang yang diasuransikan itu?

• Sifat dan penggunaan bangunan yang berdekatan, sejauh mempengaruhi risiko kebakaran perusahaan asuransi.

• Harga barang yang diasuransikan terhadap risiko kebakaran.

• Lokasi dan batas bangunan dan di mana harta benda pribadi yang diasuransikan berada, disimpan atau dikubur.

 

 

3. Asuransi laut

Asuransi maritim diatur dalam:

• Buku 1 Bab IX Pasal 246-286 KUHD.

• Buku 2 Bab IX Pasal 592-685 dan Bab X Pasal 686-695 KUHD.

• Buku 2 Bab XI Pasal 709-721 KUHD.

• Buku 2 Bab XII Pasal 744 KUHD.

Asuransi maritim pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut: Asuransi untuk benda-benda yang terancam bahaya, terdiri dari kapal dan barang. Jenis bahaya yang mengancam barang asuransi dari alam (badai topan, gelombang besar, badai, kabut tebal, gunung es, dll.), awak kapal, penahanan atau penyitaan oleh otoritas negara, dll.

 

Berbagai jenis barang asuransi yaitu badan kapal, muatan kapal, perlengkapan kapal, kebutuhan transportasi dan biaya.

 

 

4. Asuransi jiwa

Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), asuransi jiwa adalah program perlindungan berupa pengalihan risiko ekonomi pada saat terjadi hidup atau matinya seseorang yang dipertanggungkan.

 

Tujuan dari kontrak asuransi jiwa adalah untuk menutupi kemungkinan hilangnya pendapatan. Asuransi jiwa sudah diatur didalam Buku I Bab X Pasal 302-308 KUH. Pasal 302 KUHP menyatakan sebagai berikut:

 

“Nyawa seseorang dapat diasuransikan untuk kebutuhan yang bersangkutan, baik itu selama hidupnya ataupun selama waktu yang ditentukan dalam kontrak.”

 

Polis asuransi jiwa menurut 255 KUHP adalah:

• Hari pengambilan asuransi.

• Nama Tertanggung.

• Nama orang yang diasuransikan.

• Saat acara dimulai dan berakhir.

• Asuransi yang komprehensif.

• Tentu Pertama.

 

Jenis-jenis asuransi jiwa antara lain:

• Asuransi jiwa berjangka, yaitu produk asuransi yang memberikan manfaat kepada penerima manfaat dengan nilai nominal tertentu untuk jangka waktu tertentu atau terbatas pada awalnya disepakati oleh para pihak.

• Asuransi jiwa seumur hidup, yaitu asuransi yang memberikan pertanggungan seumur hidup, umumnya sampai dengan usia 99 tahun.

• Asuransi Unit Link, yaitu kontrak asuransi yang menawarkan manfaat perlindungan dengan premi rendah selain investasi. Jenis asuransi ini menawarkan manfaat baik asuransi jiwa maupun asuransi investasi.

Belum ada Komentar untuk " Anda harus tahu ini jenis-jenis dan dasar-dasar hukum asuransi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel